OmniCare merilis versi Medical Checkup dengan fitur yang Komprehensif

 

Software Medical Checkup Komprehensif

Sebagai pengembang software yang handal dan terpercaya, baru-baru ini OmniCare telah kembali merilis versi Advanced pada sekitar pertengahan Kuartal III (Juli 2018 lalu). Versi ini khusus dirancang untuk memudahkan klinik-klinik berbasis medical checkup (Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh) melakukan pemeriksaan dan menghasilkan laporan hasil klinik yang komprehensif secara efisien.

Modul medical checkup ini mencakup:

  • Pemeriksaan antar poliklinik
  • Laboratorium
  • Radiologi

Kendala-kendala yang sering dihadapi oleh klinik-klinik ini adalah

  1. Kesulitan merangkum laporan pasien secara efisien. Apalagi jikalau jumlah pasien banyak, yang biasanya berasal dari suatu perusahaan yang mengirimkan karyawannya untuk melakukan screening kesehatan guna pra-syarat penerimaan ataupun tugas tertentu.
  2. Tidak adanya integrasi dan sinkronisasi antar poliklinik, menyebabkan seringnya miskomunikasi antar bagian, sehingga menyebabkan banyak redundan dan duplikasi pelaksanaan. Sehingga memakan waktu yang lama bahkan menyebabkan kekacauan pada operasional.
  3. Kesulitan melakukan klaim penagihan ke perusahaan dikarenakan jumlah pasien yang tidak terbilang sedikit.

Kendala-kendala ini dapat diatasi dengan sistem yang terintegrasi penuh antar poliklinik, sehingga mengurangi miskomunikasi dan meningkatkan efektifitas pelaksanaan. Selain itu, dengan sistem yang saling terkait ini, mengurangi human error dan pencatatan secara manual. Semua proses klaim ke perusahaan contohnya, dapat dilakukan secara otomatis tanpa perlu diinput ulang kembali.

Jika Anda sedang membutuhkan software untuk klinik medical checkup, Anda dapat menghubungi kami dengan mengisi informasi Anda di OmniCare atau dengan menghubungi kami di +628157995555 (Ponsel / WhatsApp)

Pelanggan omnicare di Bali yang telah menggunakan software klinik

Salah satu client gigi kami di Bali yang telah puas menggunakan aplikasi omnicare. Selain menggunakan aplikasi untuk mengatur operasionalnya, klinik mydentist Bali juga mendapatkan situs resmi yang terintegrasi dengan halaman booking perjanjian.

Jika Anda juga ingin memiliki situs seperti mydentist, silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Dokter Gigi di Bali
My Dentist Bali, Professional Dentist in West Denpasar

 

Wajib Akreditasi untuk Syarat Kredensialing BPJS

Akreditas wajib bagi klinik BPJS

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Akreditasi disebut sebagai hal yang wajib dan syarat kredensialing (uji kelayakan) bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal ini disampaikan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, saat menerima 3 orang Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas dari Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada Rabu (6/9) malam di Hotel Raden Wijaya.

 
“Seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015, menyatakan bahwa akreditasi Puskesmas adalah wajib dan merupakan kredensialing bagi BPJS. Dengan akreditasi saat ini, diharapkan UPT Puskesmas dapat memberi keunggulan kompetitif, menjamin kesehatan primer berkualitas, meningkatkan pendidikan pada staf dan pengelolaan resiko, juga meningkatkan reliabilitas pelayanan, ketertiban pendokumentasian dan konsistensi kerja,” papar Pung yang hadir didampingi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto.
 
Setelah mendapat sertifikat akreditasi, Pung ingin agar nantinya Puskesmas bisa menjadi lebih baik dan profesional dalam menangani masyarakat. Mampu bersaing secara sehat dan profesional dengan klinik-klinik swasta yang ada, juga menjadi salah satu hasil yang ingin dicapai.
 
Untuk diketahui dari 27 UPT. Puskesmas di Kabupaten Mojokerto, baru 3 yang sudah lulus akreditasi yakni UPT. Puskesmas Kutorejo dan UPT. Puskesmas Bangsal yang mendapat raihan Predikat Utama, serta UPT. Puskesmas Tawangsari dengan Predikat Madya.
 
Sedangkan yang diakreditasi saat ini adalah UPT. Puskesmas Trawas dan UPT. Puskesmas Puri yang dinilai masing-masing selama tiga hari. Menyusul enam UPT. Puskesmas yang bakal maju akreditasi tahun ini antara lain UPT. Puskesmas Modopuro, Kemlagi, Sooko, Gayaman, Kupang dan Jetis.
 
Tim surveyor yang dipimpin Mimin Rosmini bersama Antonius Suprayogi dan Heri Suherlan, melakukan penilaian akreditasi seperti dengan memperhatikan kode etik, hak maupun kewajiban surveyor serta independen dan mandiri dalam proses-prosesnya.  Di akhir acara dilakukan penyerahan pernyataan komitmen oleh Tim Surveyor dengan Puskesmas. (hms/jek)
Sumber: https://jurnalmojo.com/daerah/wajib-akreditasi-untuk-syarat-kredensialing-bpjs.html

OmniCare mendapatkan Undangan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur

Kamis, 30 Juni 2016, OmniCare (Software klinik teranyar) mendapat undangan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur untuk memaparkan tentang aplikasi OmniCare.

Paparan aplikasi omnicare & demo software

Di kesempatan ini, Founder Dannie Yo menyampaikan tentang pentingnya peningkatakan kualitas layanan kesehatan baik di puskesmas dan rumah sakit. Dannie berharap sistem OmniCare dapat membantu meningkatkan pelayanan dengan menurunkan meningkatkan efisiensi pelayanan.

OmniCare adalah aplikasi berbasis cloud dengan modul yang terintegrasi secara lengkap mulai dari pendaftaran pasien perjanjian (kalender klinik) dan non perjanjian, pengisian rekam medis, farmasi, laboratorium, hingga perhitungan laba rugi klinik yang disajikan secara ringkas dan sederhanan sehingga mudah dipahami bagi dokter (atau pelayan kesehatan yang awam akan pengetahuan keuangan) .

OmniCare juga telah mampu terintegrasi ke PCare secara penuh. PCare adalah aplikasi berbasis cloud dari BPJS Kesehatan dalam mencatat data kunjungan peserta asuransi nasional ini.

Manfaat Teknologi Cloud Bagi Instansi Kesehatan

Koneksi internet semakin kencang, kecepatan kapasitas bandwidth internet sekarang sudah sama bahkan lebih cepat daripada hubungan kabel jaringan beberapa tahun silam. Bayangkan betapa pesatnya perkembangan teknologi internet akhir-akhir ini.

Hal ini tentunya sangat memberikan manfaat positif di segala aspek kehidupan manusia, termasuk di dunia kesehatan. Salah satu manfaat terpenting adalah pada aplikasi manajemen klinik / rumah sakit yang semakin hari semakin besar peranannya dalam meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan.

Beberapa aspek positif yang sekarang dapat dilakukan oleh aplikasi SIM Klinik/RS berbasis cloud seperti:

1. Sentralisasi Rekam Medis Pasien, Tarif dan Daftar Barang

Data rekam medis pasien dapat diakses dari mana saja, serta tarif dan daftar produk yang seragam, Sangat memudahkan instansi dengan multi cabang.

2. Laporan Realtime

Pemilik dan manajemen pusat dapat mengakses semua laporan cabang tanpa perlu menunggu rekapan data.

3. Biaya Perangkat & Infrastruktur yang Murah

Dengan teknologi yang mampu untuk menghubungkan semua cabang dan memperoleh laporan secara real time, akan membutuhkan biaya yang sangat mahal beberapa tahun silam, namun dapat diperoleh dengan harga yang sangat terjangkau dengan era internet super cepat saat ini.

Cloud bagi dunia kesehatan
Cloud bagi dunia kesehatan

OmniCare berkomitmen dan berdedikasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia. Selain platform Pencarian Dokter dan Booking online secara instan, LokaDok juga melahirkan produk OmniCare,  sistem manajemen klinik berbasis cloud yang dapat bermanfaat bagi klinik (dan rumah sakit). Aplikasi ini dirancang dari pendaftaran pasien baik online maupun manual, hingga tagihan pasien dan komisi dokter. Mendukung multi cabang dan multi pengguna, serta tentunya dilengkapi dengan platform Booking Online, dimana pasien dapat melakukan pendaftaran online langsung melalui situs dari klinik.

Silahkan mengunjungi https://omnicare.co.id untuk mempelajari lebih lanjut mengenai aplikasi ini dapatkan masa uji coba pakai selama 30 hari.

Pasien No-Show. Salah siapa?

 

Salah satu penyebab klinik Anda kehilangan pendapatan adalah jikalau pasien mangkir dari perjanjiannya (sebut: No-Show). No-show berbeda dari Pembatalan dan adalah hal yang fatal dalam pengaturan jadwal karena klinik dan dokter mengalami kerugian baik dari waktu dan pendapatan, sedangkan untuk Pembatalan, klinik masih dapat mengalokasikan jadwal ke pasien lain, atau setidaknya dokter dapat melakukan pekerjaan lainnya, dan Pembatalan adalah hal yang hampir sulit dihindari, karena hal urjen yang harus diprioritaskan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada pasien tentunya.

Untuk menghindari No-Show, ada 4 langkah yang dapat dilakukan:

Langkah I: Pengingat Multi-channel

Jika Anda menginginkan pasien Anda hadir, ingatkan mereka. Ini terdengar cukup sederhana, tapi kenyataannya banyak klinik merana karena tingginya rasio No-Show karena tidak fokus pada program pengingat mereka. Ingat, orang mengatur kalender pribadinya dengan caranya masing-masing. Beberapa pasien lebih memilih SMS, sebagian email, ataupun WhatsApp. Ketika Anda mengimplementasikan pengingat multi-channel, Anda memberikan kepada setiap pasien alat yang bekerja terbaik untuk mereka. Dan semakin Anda sering mengingatkan pasien Anda tentang jadwal pertemuannya yang akan datang, semakin besar kemungkinan mereka akan mengingat. Program pengingat Anda bisa terdiri dari beberapa channel:

  1. SMS: Pesan singkat telah menjadi cara terbaik selama ini untuk menjangkau pasien-pasien Anda. Dan untungnya, ada cara otomatis untuk mengirimkan pesan sehingga meringankan beban kerja.
  2. WhatsApp: Platform chat terbaru semakin digandrungi dan memiliki tren yang semakin meningkat dari sisi penggunaannya karena jumlah pesan spam yang tergolong rendah. Banyak pasien yang memilih diingatkan melalui platform ini karena mulai meninggalkan SMS.
  3. Email: Pengingat melalui email kebanykan sangat efektif. Tapi tentu sebelum Anda dapat mengirimkan email ke pasien, Anda perlu memiliki email mereka, dan ini dapat menjadi standar saat proses pendaftaran. Pengingat Anda harus mengandung semua informasi yang dibutuhkan seperti tanggal/waktu perjanjian dan instruksi khusus untuk sesi tsb.
  4. Telepon: Telepon memang merupakan pengingat terbaik karena pasien terpaksa berhenti dari aktifitasnya untuk menjawab telepon. Tetapi berhati-hati terhadap hal ini karena sebagian pasien akan merasa terganggu apabila sedang melakukan aktivitas pentingnya. Baiknya Anda menanyakan terlebih dahulu dan mencatat preferensi kebiasaan masing-masing pasien untuk diingatkan.

Langkah II: Terapkan multi lapis pengingat

Hal-hal urjen dan mendadak dari pasien tidak dapat kita hindari / pungkiri. Hal tsb bisa saja terjadi dan wajar. Hal yang perlu dilakukan adalah mengantisipasinya. Salah satu cara terbaik adalah dengan menerapkan multi lapis pengingat, yang ideal adalah 2 kali.

Pengingat I: Dapat dilakukan minimum satu hari sebelumnya. Idealnya adalah 36 – 48 jam (1 1/2 s/d 2 hari) sehingga tidak terlalu mepet dengan jadwal. Hal ini untuk mencegah apabila ada pasien yang batal, sehingga jadwal tersebut dapat dialokasikan untuk pasien lain.

Pengingat II: Dapat dilakukan 2-3 jam sebelum jadwal untuk memastikan pasien tidak lupa dan terlambat berangkat ke klinik Anda.

Jika Anda menerapkan hal ini dengan baik, Anda dapat memastikan jumlah No-Show akan semakin berkurang.

Langkah III: Pengingat Otomatis

Setelah membaca Langkah I, Anda mungkin menyadari bahwa staf Anda tidak dapat melakukan pengingat multi-channel secara manual. Jika Anda bergabtung pada staf Anda untuk mengirimkan SMS or email pengingat satu per satu, akan terjadi suati hari ketika tugas tsb tidak terlaksana dengan baik. Dengan sistem pengingat otomatis, setiap pengingat terkirim setiap hari. Anda membutuhkan beberapa perangkat yang dapat membantu Anda mengirimkan secara otomatis:

  1. Software Penjadwalan yang memiliki semua data pasien dan perjanjian. Ini menjadi pusat dari program pengingat otomatis. Software Penjadwalan Anda akan secara instan mengirimkan pesan SMS ataupun email kepada pasien untuk jadwal mereka yang akan datang.
  2. SMS / Email otomatis memiliki keunggulan untuk menotifikasi pasien untuk jadwalnya. Namun ketika mengingatkan pasien, pastikan sistem Anda memiliki opsi untuk merubah / membatalkan perjanjian.
Langkah IV: Terapkan prosedur yang menurunkan No-Show
Tahan beberapa slot waktu untuk pasien baru. Rasio no-show akan meningkat ketika Anda mentoleransi rentang waktu antara tanggal penjadwalan dan pertemuan aktual. Hal ini selalu menjadi suatu hal yang rumit untuk tetap membuka slot waktu pada jadwal Anda tanpa terisi, tetapi jika pasien baru tidak pernah dapat bertemu Anda untuk beberapa hari, pikirkan akibat negatifnya, jumlah pasien baru akan semakin menurun.
Selalu memberikan pilihan kepada pasien:
Menyadari bahwa banyak hal yang mencegah pasien untuk berkunjung ke klinik karena harus mengantar anak sekolah, sulit cuti dari kerjaan, tidak ada transportasi. Untuk menurunkan pembatalan seperti ini, gunakan pertanyaan terbuka. Banyak orang terlalu terpaku pada jadwal pribadinya. Daripada memberikan mereka waktu yang ditentukan, libatkan mereka dalam penjadwalan dengan pertanyaan terbuka.

Salah: “Bagaimana jika Senin pagi jam 10?”

Benar: “Hari apa yang terbaik untuk Anda?”

Batasi waktu menunggu: Menunggu terlalu lama membuat pasien menjadi tidak menghargai — tidak hanya saat di ruang tunggu, tetapi juga di ruang tindakan. Waktu menunggu memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan pelanggan.

Gunakan software penjadwalan: Banyak klinik yang menyepelekan dan menganggap mereka masih dapat menangani perjanjian secara manual. Tetapi bukan itu saja, mereka kehilangan manfaat lain seperti:

  • Penghematan waktu penjadwalan
  • Follow up perjanjian secara otomatis dan efisien
  • Sumber daya manusia berlebihan yang harus dikuras untuk mengatur jadwal yang semakin banyak.
Konklusi
Jika Anda mendapatkan banyak No-Show di klinik Anda, berarti masih ada yang salah dengan cara Anda mengelola penjadwalan. Pastikan staf Anda mengikuti langkah-langkah yang kami anjurkan.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai aplikasi penjadwalan, dan pengingat otomatis dan teknologi lain yang dapat membantu praktek Anda, hubungi konsultan OmniCare Anda di 021-6983-1436 atau kunjungi OmniCare.co.id