Mengenal SIRS Dan Contoh Informasinya Yang Perlu Tersedia

contoh sistem informasi rumah sakit

Sebelum menentukan kebijakan terkait masalah kesehatan, terlebih dahulu pemerintah membutuhkan informasi tentang kondisi kesehatan di wilayahnya. Kebutuhan akan data yang dimaksud bisa didapatkan dari garda terdepan lembaga kesehatan berupa rumah sakit.

Karenanya, setiap rumah sakit perlu melaporkan berbagai aktivitasnya pada pemerintah. Adapun di era kemajuan informasi dan teknologi saat ini, pelaporan tersebut bisa dilakukan melalui sebuah sistem terpadu bernama sistem informasi rumah sakit atau SIRS.

Salah satu contoh sistem informasi rumah sakit diantaranya adalah penyediaan data sebaran covid-19 pada rumah sakit di sebuah kota, yang bisa digunakan untuk mengetahui perlu atau tidaknya kota tersebut diisolasi. Contoh-contoh lainnya akan anda temukan pada artikel dibawah.

Tentang SIRS

SIRS merupakan sebuah mekanisme pengumpulan, pengolahan, serta penyajian data rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia. Cakupan rumah sakit yang terlibat dalam sistem ini berupa rumah sakit umum maupun khusus, baik milik pemerintah maupun milik swasta.

Adanya SIRS membuat rumah sakit juga berperan sebagai penyedia / input data kesehatan kepada pemerintah melalui dinas kesehatan kabupaten / kota, dinas kesehatan provinsi, serta kementerian kesehatan.

Data yang didapat dari berbagai rumah sakit ini nantinya akan berfungsi sebagai :

  • Sumber informasi dalam perumusan berbagai kebijakan tentang rumah sakit
  • Penyediaan data rumah sakit seluruh Indonesia secara lengkap
  • Sumber data bagi pemantauan, audit, serta evaluasi penyelenggaraan rumah sakit

Dalam implementasinya, pemerintah selaku penyelenggara SIRS juga membuat aplikasi sistem informasi rumah sakit, yang dapat digunakan untuk membantu pihak rumah sakit dalam menyediakan data-data yang dibutuhkan.

Contoh sistem informasi rumah sakit

Ada lima jenis informasi atau Rincian Laporan (RL) yang perlu disediakan rumah sakit dalam pengaplikasian SIRS. Kelima jenis RL tersebut diantaranya :

1. Data dasar rumah sakit

Meliputi data dasar, indikator pelayanan, serta fasilitas tempat tidur rawat inap pada sebuah rumah sakit. Contoh SIRS ini berupa nama, alamat, serta jumlah ruang rawat inap sebuah rumah sakit.

2. Ketenagakerjaan

Contohnya berupa detail karyawan yang bekerja pada rumah sakit.

3. Pelayanan

Meliputi 15 jenis pelayanan diantaranya rawat inap, rawat darurat, gigi dan mulut, kebidanan, perinatologi, pembedahan, radiologi, laboratorium, rehabilitasi medik, pelayanan khusus, kesehatan jiwa, keluarga berencana, farmasi rumah sakit, rujukan, serta cara bayar.

4. Morbiditas dan mortalitas

Berupa data tentang penderita dan korban meninggal akibat penyakit rawat inap maupun rawat jalan.

5. Data pengunjung

Meliputi pengunjung rumah sakit, kunjungan rawat jalan, data 10 besar penyakit rawat jalan, serta data 10 besar penyakit rawat inap.

Berbagai contoh sistem informasi rumah sakit tersebut bisa pula diketahui lewat aplikasi SIRS yang disediakan oleh kementrian kesehatan. Adapun download aplikasi sistem informasi rumah sakit ini bisa dilakukan langsung melalui situs kemenkes RI.

Mengenal SIMRS Serta Perannya Dalam Kegiatan Operasional Rumah Sakit

sistem informasi manajemen rumah sakit

Jauh sebelum komputer dan internet ditemukan, sebuah rumah sakit membutuhkan banyak sekali staf pendukung serta berbagai jenis dokumen untuk beroperasi secara optimal. Sebagai contoh, sebuah pendaftaran medis perlu dilakukan langsung di gedung rumah sakit dengan mengisi form kertas.

Hal ini tentu memiliki berbagai kelemahan, seperti tulisan yang tidak terbaca serta boros kertas dan tinta.

Seiring perkembangan zaman, kini rumah sakit telah menerapkan penggunaan komputer dalam operasionalnya. Hadirnya internet juga turut memberi dampak positif lewat tersedianya sistem yang menghubungkan seluruh kegiatan operasional rumah sakit dalam satu wadah.

Sistem yang dimaksud kini dikenal dengan nama sistem informasi manajemen rumah sakit, atau biasa disingkat SIMRS. Dalam ruang lingkup yang lebih besar, bisa dibilang bahwa SIMRS merupakan bentuk aplikasi dari sistem informasi rumah sakit atau SIRS.

Sistem terintegrasi untuk memudahkan operasional Rumah Sakit

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendefinisikan SIMRS sebagai sistem IT komunikasi yang memungkinkan terjadinya integrasi proses pelayanan rumah sakit kedalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan, serta prosedur administrasi demi mendapatkan informasi yang cepat, tepat, dan akurat.

SIMRS merupakan instrumen penting dalam penyelenggaraan operasional sebuah rumah sakit di zaman modern. Dengannya, proses pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data tentang rumah sakit dapat dilakukan jauh lebih mudah.

Sedemikian pentingnya kehadiran sebuah SIMRS pada Rumah Sakit, sampai-sampai pemerintah Republik Indonesia pun mengeluarkan kebijakan sistem informasi manajemen rumah sakit lewat Pasal 3 Permenkes RI Nomor 82 Tahun 2013. Pasal tersebut mewajibkan setiap rumah sakit beroperasi dengan menerapkan SIMRS.

Manfaat Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Tanpa adanya aplikasi sistem informasi manajemen rumah sakit, bukan berarti sebuah rumah sakit tidak dapat beroperasi. Beberapa Rumah Sakit bahkan telah memiliki prosedur tersendiri untuk kondisi darurat ketika komputer atau internet tidak dapat digunakan.

Meski demikian, penggunaan SIMRS pada rumah sakit tentunya memberi berbagai macam manfaat, diantaranya :

1. Memberi pelayanan lebih baik

Adanya SIMRS dapat memudahkan pekerjaan pegawai Rumah Sakit lewat penyediaan data rekam medik, logistik, maupun administrasi secara terpadu. Hal ini tentunya akan meringankan beban kerja pegawai rumah sakit, sehingga mereka dapat fokus dalam memberi pelayanan terbaik bagi pasien.

Selain itu, pasien pun diuntungkan dengan mudahnya mendapat informasi tentang rumah sakit yang dimaksud, baik itu informasi biaya rawat, ketersediaan kamar rawat inap, dan lain sebagainya.

2. Memudahkan proses akuntansi

Salah satu fungsi sistem informasi manajemen rumah sakit adalah mempermudah pencatatan aliran arus kas keluar dan masuk. Lewat sistem pembukuan terpadu yang ada didalamnya, staff akunting dapat memantau aliran uang dengan lebih mudah.

Hal ini tentu akan berdampak positif pada berbagai hal, termasuk diantaranya dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.

3. Menghindari kekosongan logistik

Kekosongan berbagai logistik dalam rumah sakit, seperti obat-obatan atau alat kesehatan, dapat dihindari melalui penerapan SIMRS. Lewatnya, staff logistik dapat mengetahui ketersediaan obat dengan adanya minimum stock warning system.

Selain itu, staff logistik juga dapat berkoordinasi lebih cepat dalam pengadaan kembali barang-barang yang diperlukan berkat adanya SIMRS.

Melihat seberapa pentingnya sebuah sistem informasi manajemen rumah sakit, sudah selayaknya setiap Rumah Sakit menerapkannya dalam kegiatan operasional.

Pelajari Sistem Rumah Sakit Sebelum Melakukan Pendaftaran Untuk Mendapatkan Pelayanan Maksimal

sistem rumah sakit

Pengelolaan manajemen dibutuhkan untuk menjaga kredibilitas suatu instansi salah satunya adalah Fasilitas Kesehatan. Sebelumnya, proses yang harus dilalui untuk berobat terbilang sangat rumit namun seiring dengan perkembangan zaman telah dibuat suatu sistem informasi rumah sakit.

Sistem Rumah Sakit harus meliputi beberapa kriteria antara lain mampu memberikan informasi yang benar kepada pasien, menyediakan penangan gawat darurat yang memadai serta memberikan service yang memuaskan, tepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini alur secara umum yang perlu diketahui saat ingin mendaftarkan diri dalam suatu fasilitas kesehatan.

  1. Melakukan pendaftaran : Pasien yang datang melakukan verifikasi persyaratan dan mengambil nomor antrian. Setelah selesai mendaftar pasien akan diarahkan oleh petugas sesuai dengan kebutuhan apakah perlu rawat inap atau hanya rawat jalan.

  2. Setelah selesai ber konsultasi dan berobat (khusus rawat jalan) maka akan diarahkan untuk mengambil obat di bagian apotek.

  3. Bagi pasien rawat inap harus melakukan pendaftaran kembali.

  4. Setelah selesai mendapatkan pelayanan (baik rawat jalan atau inap) langkah selanjutnya adalah pembayaran sebelum anda pulang.

Dalam proses operasional sistem rumah sakit dibagi menjadi beberapa unit untuk menciptakan proses pelayanan kesehatan secara optimal dan tertata yang terdiri dari:

1. Unit Medis

Unit ini terdiri dari beberapa bagian antara lain poliklinik yang terbagi dari beberapa poli seperti poliklinik gigi, kulit dan kelamin. Bagi masyarakat yang ingin melakukan rawat jalan maupun periksa kesehatan akan dialihkan pada bagian poliklinik sesuai dengan kebutuhan setelah melakukan pendaftaran di bagian front office.

2. Unit Keperawatan

Unit ini bertugas untuk melayani dan memberikan penanganan bagi pasien, bagian keperawatan bertujuan untuk membantu dokter dalam menangani, mengawasi dan memeriksa pasien. Perawat juga bertugas untuk memeriksa kondisi awal pasien sebelum bertemu dengan dokter.

3. Unit Rawat Inap

Unit rawat inap meliputi diagnose, observasi, pengobatan serta rehabilitasi. Diperlukan kerjasama dari beberapa bidang seperti bagian medis, farmasi, ruang inap, sumber daya manusia dan sebagainya untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi pasien.

4. Unit Administrasi

Bagian ini merupakan salah satu bagian yang penting dalam operasional fakes. Unit administrasi bertugas mengolah data pasien, keuangan, data sumber daya manusia yang ada, pendaftaran hingga pengarsipan. Staff administrasi umumnya bekerja di bagian front office maupun back office.

5. Unit Kebersihan dan Teknis

Setiap fasilitas kesehatan memerlukan tenaga kebersihan dan tenaga teknis yang termasuk dalam kesatuan sistem rumah sakit. Unit ini meliputi bagian cleaning service yang bertugas untuk membersihkan seluruh fasilitas, bagian mobil ambulans, kelistrikan dan bagian mekanik, pengelolaan gudang, serta seluruh sarana dan prasarana rumah sakit.

Intinya sistem ini berfungsi untuk menyatukan semua unit yang ada serta mempermudah dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat juga staff dan seluruh pihak yang terlibat.

Sistem Informasi Kesehatan Rumah Sakit Untuk Mempermudah Proses Pelayanan Pasien

sistem informasi kesehatan di rumah sakit

Sistem Informasi Rumah Sakit adalah suatu sistem teknologi informasi yang memproses seluruh alur pelayanan yang tersusun dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk mendapatkan informasi yang akurat. Setiap fasilitas kesehatan wajib menerapkan sistem ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen RS (SIMRS).

Sistem Informasi Kesehatan di Rumah Sakit adalah suatu kesatuan sistem yang mengelola data dan informasi kesehatan yang tersusun secara sistematik dan terstruktur. Meliputi sumber daya manusia, indikator, prosedur, dan informasi yang saling berkaitan dan dikelola secara terpadu. Dengan adanya SIK maka seluruh proses dan alur pelayanan menjadi lebih efisien dan efektif karena tersusun dari  seperti :

1. Pelayanan Utama (Front Office)

Secara umum setiap rumah sakit harus memiliki pelayanan yang terstruktur dimulai dari pendaftaran, perawatan yang terdiri dari rawat jalan dan inap, serta prosedur akhir setelah pasien dinyatakan sembuh. Selama proses perawatan setiap pasien akan mendapatkan berbagai macam pelayanan seperti uji laboratorium, pelayanan unit farmasi, radiologi, sumber daya dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan pasien.

2. Pelayanan Administratif (Back Office)

Pelayanan ini meliputi perencanaan, pengelolaan Sumber Daya Manusia, Peralatan, Keuangan dan sebagainya. Kegiatan dalam proses administrasi ini berhubungan erat dengan data dari front office.

Ruang Lingkup SIK terdiri dari strategi, proses bisnis yang melingkupi pelayanan utama dan administrasi, arsitektur infrastruktur (meliputi jaringan komputer, telephone, CCTV), arsitektur data (meliputi kodifikasi, mapping, software pertukaran data dan, database), arsitektur aplikasi, keamanan sistem data dan tata kelola.

Berdasarkan Rencana Aksi Kegiatan Pusat Data Informasi (PUSDATIN) sebagai pelaksana tugas Kementrian Kesehatan dalam bidang data dan informasi kesehatan, telah dirumuskan beberapa tujuan dan sasaran salah satunya yakni “meningkatkan SIK untuk pengambilan keputusan”. Diharapkan dengan adanya sasaran ini, Sistem Informasi Kesehatan di Rumah Sakit dapat memberikan manfaat antara lain :

  • Manfaat Pelayanan : Pasien dapat merasakan manfaat berupa pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat, serta menghemat biaya dan ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas berlebih serta menjamin keamanan dan kerahasiaan informasi.
  • Manfaat bagi Pegawai : Sistem ini juga mempermudah tugas dan kerja staff maupun dokter dalam mengurus sistem data pasien, serta mempermudah prosedur penilaian kinerja dan evaluasi pegawai. Selain itu proses pembukuan dan keuangan menjadi lebih mudah. Jika dilihat dari sisi manajerial manfaat yang dirasakan adalah aktivitas organisasi yang terkontrol dengan laporan yang detail dan tersedianya kemudahan akses.

Dengan adanya Sistem Informasi Kesehatan di Rumah Sakit diharapkan mampu mendukung proses pelayanan yang meliputi kecepatan pelayanan, kemudahan pelaporan dan proses operasional, transparansi kepada pasien dan masyarakat, identifikasi yang cepat dan akurat, serta pengurangan biaya administrasi bagi pasien.

Keunggulan Sistem Informasi Rawat Inap Berbasis Web

sistem informasi rawat inap

Sistem Informasi rawat inap digunakan sebagai sumber informasi ketersediaan kamar untuk perawatan inap yang ada di rumah sakit secara tepat dan akurat, sehingga pihak pasien dan pihak rumah sakit mengetahui kerumah sakit mana sebaiknya pasien harus pergi. Saat ini kecanggihannya, disediakan sistem informasi seputar rawat ini dalam basis web, sehingga lebih mempermudah untuk para pengguna atau pasien.

Sistem Informasi Rawat Inap Berbasis Web

Sistem informasi berbasis web memiliki fungsi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan juga mendistribusikan suatu informasi untuk keperluan organisasi atau masyarakat umum. Dengan begitu, sistem informasi mengenai rawat inap berbasis web berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan segala hal mengenai perawatan inap pada suatu rumah sakit, mulai dari pendaftaran, sampai dengan ketersediaan kamar untuk rawat inap.

Sistem informasi yang digunakan oleh rumah sakit mampu melakukan perekaman jejak data rumah sakit termasuk, dokter, perawat, admin, dan data pasien. Semua fitur yang tersedia pada web sistem informasi rumah sakit mudah digunakan oleh semua orang, serta menampilkan tanggapan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Fitur-fitur yang Ada di Web Sistem Informasi Rumah Sakit

1. Reservasi

Fitur ini memudahkan pasien dalam proses administrasi reservasi kamar untuk rawat inap, dengan pengelolaannya yang lebih mudah, efektif dan efisien.

2. Rekam Medis

Dengan sistemnya yang terhubung dengan pasien, maka jejak medis pasien pun akan secara otomatis terekam pada web sistem informasi rumah sakit, hal ini semakin mempermudah pihak rumah sakit dan pihak pasien dalam mengetahui informasi mengenai riwayat perawatan dan kesehatan pasien.

3. Apotek

Fitur ini berguna untuk mendapatkan resep obat secara elektronik dan mudah dipahami dibanding dengan resep dokter secara langsung yang ditulis tangan. Fitur ini memberi pengaruh lebih baik yakni membuat pasien tidak perlu mengantri untuk mendapatkan dan mengambil obat di apotek rumah sakit.

4. Enterprise Resource Planning

Fitur ini memudahkan pihak rumah sakit dalam mengelola seluruh bagian rumah sakit dari mulai inventaris, administrasi, sampai dengan data keuangan rumah sakit.

Sistem informasi rawat inap pada rumah sakit memiliki sistem informasi yang aman dan terintegrasi, sehingga tidak mudah untuk dimanipulasi yang bisa membuat dampak negatif baik untuk pihak rumah sakit atau untuk pihak pasien itu sendiri. Sistem informasi pada rumah sakit dengan berbasis web, memiliki keunggulan tersendiri yakni penyimpanan dan pengaksesan data rumah sakit dalam ukuran yang besar, serta mampu memberikan solusi sehingga dapat menghasilkan informasi dan laporan data yang komprehensif.

Sistem informasi rawat inap memang sudah menjadi hal yang harus dikembangkan dalam bidang kesehatan di Indonesia, hal ini dikarenakan agar bidang kesehatan Indonesia mampu mengalami kemajuan pesat mulai dari informasi kamar rawat inap sampai dengan kualitas pelayanan rumah sakit.

SIMSRS Sebagai Sistem Manajemen Rumah Sakit

sistem manajemen rumah sakit

Sistem manajemen rumah sakit merupakan  sistem koordinasi antar berbagai pihak yang terlibat dengan menggunakan proses perencanaan, perngorganisasian, dan pengendalian untuk mencapai suatu tujuan. Sistem manajemen pada rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai hal seperti, lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan.

Sistem Informasi Rumah Sakit

Berikut merupakan sistem informasi yang dikelola secara digital pada rumah sakit (Laudon, 2004).

1. Supply Chain Management System

Sistem informasi yang berfungsi untuk hubungan antara rumah sakit dengan pihak pemasok, seperti pasokan bahan baku, obat-obatan, dan peralatan medis. Sistem informasi ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan barang.

2. Enterprise System

Sistem informasi yang berfungsi untuk mengkomputerisasi hal-hal yang berada pada internal rumah sakit, dan mengkoordinasi proses-proses internal rumah sakit seperti, data dari semua  unit yang ada di rumah sakit yakni, front office, data layanan rawat inap dan rawat jalan, laboratorium, poliklinik, keuangan dan yang lainnya.

3. Customer Relationship Management System

Sistem informasi yang berfungsi untuk mendigitalisasikan hubungan antara pihak rumah sakit dengan pasien, pengguna jasa kesehatan dan yang lainnya. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman kepada pihak pasien atau pengguna jasa kesehatan.

4. Knowledge Management System

Sistem informasi ini berfungsi untuk mencatat atau mengkomputerisasikan sistem manajemen pengetahuan yang ada di rumah sakit, seperti mencatat laporan manajerial, dan hal-hal yang menimbulkan suatu pengetahuan baru.

SIM-RS Sebagai Aplikasi Sistem Informasi Manajemen RS

SIMRS atau Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah suatu sistem teknologi informasi dan komunikasi yang mencatat, mengolah, dan memproses seluruh proses dan aktivitas rumah sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, prosedur administrasi, dan pelaporan. SIM-RS menjadi sistem manajemen rumah sakit yang berguna untuk memperoleh informasi pada rumah sakit secara tepat dan juga akurat.

SIM-RS juga menjadi hal yang diwajibkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, sehingga setiap rumah sakit harus memiliki sistem informasi manajemennya sendiri. Dan untuk pembuatannya, diperlukan persyaratan yang harus dipenuhi untuk kemudian ditetapkan oleh menteri kesehatan. Hal-hal yang menjadi persyaratan utama dalam SIM-RS adalah adanya kegiatan front office, kegiatan back office, serta komunikasi dan kolaborasi.

Untuk fungsi lainnya dari SIM-RS adalah, berfungsi sebagai sistem untuk mencatat administrasi secara digital, menyusun berkas rumah sakit dengan rapi dan tidak berceceran, menjadi sistem untuk verifikasi klaim BPJS secara cepat dan mudah, menghitung persediaan obat, mengetahui adanya obat ED, membantu membuat laporan secara otomatis, dan menjaga keutuhan data.

Sistem informasi menjadi hal penting dalam sistem manajemen rumah sakit, hal ini karena dengan adanya informasi yang akurat, maka akan lebih memudahkan dalam menjalankan serangkaian perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian dari suatu tujuan. Manajemen rumah sakit juga membantu meningkatkan mutu rumah sakit itu sendiri.

Penggunaan Sistem Antrian Rumah Sakit Berbasis Web Demi Meningkatkan Pelayanan

Sistem Antrian Rumah Sakit

Saat ini sudah ada berbagai rumah sakit yang telah menerapkan sistem antrian rumah sakit berbasis web demi meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana terhadap para pasiennya.

Dengan memanfaatkan sistem antrian web dan komputerisasi dapat memangkas waktu tunggu pasien di rumah sakit. Sistem antrian rumah sakit bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih luas demi mencapai kesehatan yang maksimal.

Dengan memanfaatkan sistem antrian rumah sakit berbasis web ini bisa membantu pasien untuk melakukan pendaftaran secara online serta mendapatkan nomor antrian tanpa harus datang ke rumah sakit terlebih dulu.

Pasien yang ingin berobat bisa langsung menuju poli tanpa harus menunggu lama di loket pendaftaran setelah melakukan pendaftaran secara online melalui Sistem Informasi Rumah Sakit.

Berikut ini beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh pasien dan para petugas rumah sakit saat menerapkan sistem antrian rumah sakit.

Tidak Terjadi Penumpukan Antrian Pasien

Dengan melakukan penerapan sistem antrian rumah sakit berbasis online tidak akan ada lagi penumpukan pasien yang menunggu nomor antrian di ruang tunggu rumah sakit karena mereka telah melakukan pendaftaran dan mendapatkan nomor antrian secara online.

Selain itu, dengan berkurangnya antrian pasien di ruang tunggu rumah sakit juga akan mempermudah kinerja para karyawan yang sedang bertugas.

Pasien Bisa Datang Pada Waktu Yang Ditentukan

Kelebihan yang dimiliki oleh sistem aplikasi antrian rumah sakit salah satunya adalah penetapan waktu berobat pasien sesuai dengan nomor antrian. Saat Anda melakukan pendaftaran melalui sistem online, nantinya Anda akan mendapatkan nomor antrian yang mana juga akan tertera waktu kunjung Anda.

Menariknya lagi pasien bisa memantau urutan nomor antrian yang sedang dilayani oleh dokter melalui aplikasi antrian rumah sakit yang ada di smartphone Anda. Dengan begitu Anda bisa memangkas waktu tunggu periksa serta bisa langsung mendapatkan penanganan tanpa harus menunggu antrian yang sangat lama.

Pelayanan Yang Diberikan Tepat Waktu

Manfaat selanjutnya yang bisa didapatkan oleh pasien adalah pasien bisa dilayani tepat waktu. Demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan melalui aplikasi sistem antrian rumah sakit, pihak rumah sakit akan memprioritaskan pasien sesuai dengan ketetapan waktu yang telah ada.

Pelanggan yang datang di waktu yang tepat sesuai dengan jadwal pra booking akan dilayani dan diprioritaskan daripada pelanggan lain yang datang diwaktu yang sama.

Pengunjung Bisa Mendapatkan Berbagai Manfaat Lainnya

Untuk pelanggan dan pasien yang berencana untuk melakukan kunjungan dokter, melalui aplikasi sistem antrian rumah sakit pasien bisa mendapatkan berbagai manfaat lainnya seperti melihat dan mengetahui daftar dokumentasi yang dibutuhkan sebelum melakukan kunjungan dokter.

Selain itu, pengunjung juga bisa membuat janji dokter guna melakukan konsultasi kesehatan dan lain sebagainya.

Memudahkan Petugas Dalam Mengelola Data Pasien

Manfaat selanjutnya yang bisa diambil dari penerapan sistem antrian rumah sakit adalah petugas akan lebih mudah dalam dalam mengelola data pasien tanpa harus kesulitan memanggil pasien satu-persatu.

Petugas hanya perlu memantau monitor aplikasi sistem antrian rumah sakit dan menekan tombol yang ada saat pasien telah selesai mendapatkan perawatan.

Demikianlah beberapa manfaat yang bisa didapatkan saat menerapkan sistem antrian rumah sakit baik oleh pasien maupun oleh karyawan yang sedang bertugas.

Manfaat Dan Peranan Sistem Informasi Rumah Sakit

Sistem Informasi Rumah Sakit

Rumah sakit merupakan sebuah layanan fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Demi meningkatkan kualitas dan layanan dari sebuah rumah sakit, maka perlu adanya sebuah sistem informasi rumah sakit.

Sistem informasi rumah sakit sering disingkat dengan SIRS dan sering pula disebut dengan Hospital Information Sistem (HIS), merupakan sebuah proses pengumpulan data, penyajian serta pengolahan data rumah sakit serta segala hal yang berkaitan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.

Kehadiran dari sistem informasi rumah sakit ini terbukti sangat efisien karena dianggap mampu menghadirkan berbagai layanan kesehatan secara efektif. Selain itu, dengan meningkatnya kualitas layanan yang ada di sebuah rumah sakit ternyata juga akan meningkatkan citra rumah sakit tersebut.

Maka dari itu, kehadiran dari sistem informasi rumah sakit ini menjadi sebuah terobosan dalam meningkatkan layanan kesehatan rumah sakit. Berikut beberapa manfaat dan peranan sistem informasi dalam rumah sakit:

Mempercepat Proses Penyampaian Informasi

Meningkatkan kecepatan penyampaian informasi mengenai data pasien serta berbagai diagnosa penyakit yang diderita pasien menjadi sebuah hal yang urgen serta menjadi salah satu prioritas utama dari sebuah rumah sakit untuk meningkatkan kecepatan penanganan terhadap pasien.

Selain itu, dengan adanya sistem informasi rumah sakit ini juga akan mempermudah pekerjaan dibidang administrasi rumah sakit.

Meningkatkan Proses Akurasi Data

Proses akurasi data dengan memanfaatkan SIRS ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan pemeriksaan data sehingga bisa lebih sistematis, terkontrol, dan terpusat pada satu aplikasi yang dikembangkan.

Dengan demikian maka proses pembuatan laporan oleh para tenaga medis bisa berlangsung tanpa takut adanya duplikasi data.

Integrasi Seluruh Proses Kegiatan Secara Mudah Dan Cepat

Melalui SIRS, seluruh proses kegiatan rumah sakit dapat disatukan dengan mudah pada sebuah sistem, sehingga pihak manajemen akan lebih mudah dalam mengambil sebuah keputusan demi mengembangkan pelayanan rumah sakit.

Selain itu dengan adanya sistem informasi rumah sakit, setiap data dari masing-masing departemen melati dari data administrasi, rekam medis, hingga yang berhubungan dengan teknologi informasi bisa digabungkan dengan cepat dan sangat mudah.

Hal ini pun juga sangat menguntungkan pihak manajemen saat membutuhkan data tertentu karena tidak perlu mencarinya satu persatu.

Akses Informasi Yang Lebih Mudah

Manfaat selanjutnya yang bisa didapatkan dari adanya SIRS adalah proses akses layanan yang sangat mudah dan bisa dilakukan kapan saja dengan melalui sebuah aplikasi online. Tidak hanya bisa mengakses informasi saja, tapi dengan SIRS ini pasien bisa lebih cepat mendapatkan penanganan serta mempercepat proses administrasi yang dilakukan.

Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi Kinerja Rumah Sakit

Sistem informasi rumah sakit juga akan membantu efektifitas serta efisiensi dan produktivitas kinerja yang dilakukan. Waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan segala tata kelola dan administrasipun akan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih terarah.

Selanjutnya, untuk hasil pemeriksaan laboratorium pun bisa dilakukan dengan lebih cepat serta tidak perlu menggunakan kertas sehingga bisa lebih ramah terhadap lingkungan.

Nah, itulah beberapa manfaat serta peranan sistem informasi rumah sakit yang harus Anda ketahui. Dengan menerapkan SIRS ini, sudah pasti rumah sakit di tempat Anda akan memiliki sistem pelayanan yang lebih baik dan lebih unggul.

Yuk Pahami Tentang SIM RS

simrs rumah sakit

Dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2013, sistem informasi manajemen pelayanan rumah sakit atau disingkat SIM RS rumah sakit merupakan suatu sistem teknologi komunikasi dan informasi untuk melakukan proses dan integrasi keseluruhan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit berbentuk jaringan prosedur dan laporan administratif yang bertujuan untuk menerima data melalui sistem secara akurat.

Perangkat tatanan yang mencakup informasi, data, prosedur, indikator, sumberdaya dan teknologi yang memiliki keterkaitan dan dikelola untuk pembangunan dunia kesehatan merupakan pengertian dari sistem pelayanan informasi kesehatan.

Kemudian untuk sistem informasi rumah sakit sendiri dibagi menjadi 2 yaitu sistem informasi pelayanan rumah sakit dan sistem informasi manajemen rumah sakit. SIP RS berfungsi untuk sistem pelayanan terhadap pasien yang berkualitas, cakupan pelayanan diantaranya adalah proses pendaftaran, ruang perawatan, konsultasi kesehatan dan pembelian obat-obatan dan lai sebagainya.

Sedangkan SIM RS memiliki fungsi terhadap manajemen data internal dan eksternal rumah sakit. Lebih spesifik ke data pribadi dan riwayat pasien, alat kesehatan dan informasi internal rumah sakit lainnya.

Penyelenggaran sistem informasi manajemen rumah sakit sendiri telah menjadi suatu kewajiban yang harus diselenggarakan jika berdasar pada peraturan Menteri Kesehatan RI pada tahun 2013. Tujuan dari penyelenggaraan SIM RS rumah sakit ini diantaranya untuk mendukung proses percepatan, akurasi, integrasi, peningkatan pelayanan, efisien, kemudahan pelaporan dalam operasional.

Berdasarkan tujuan pemerintah SIM RS rumah sakit akan mampu meningkatkan kebiasaan kerja yang manual beralih ke teknologi yang dapat mempermudah. lebih transparansi, mampu lebih mudah dan menjangkau koordinasi antar unit serta dapat mengurangi pengeluaran anggaran atau biaya dari sistem administrasi rumah sakit itu sendiri.

Sistem Informasi manajemen rumah sakit ini harus memiliki kemampuan komunikasi data (interoperabilitas) diantaranya dengan:

  1. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN)
  2. Pelaporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)
  3. Indonesia Case Base Group’s (INACBG’s)
  4. Aplikasi lainnya yang dikembangkan oleh pemerintah
  5. Sistem informasi manajemen fasilitas pelayanan kesehatan lainnya

Dalam aplikasi sistem informasi manajemen pelayanan rumah sakit ini harus terdapat 3 bagian utama yaitu Kegiatan Pelayanan Utama (front office), Kegiatan Administratif (back office), serta Komunikasi dan Kolaborasi.

Rumah sakit yang telah menerapkan sistem manajemen rumah sakit saat ini telah banyak, contohnya Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. RSUD Banyumas ini menerapkan sistem manajemen informasi dalam keperawatan North American Nursing Diagnosis Association (NANDA), Nursing Intervention Classification (NIC), dan Nursing Outcome Classification (NOC). Sistem ini mempermudah tenaga medis terutama perawat dalam memantau kegiatan pasien di bangsal rumah sakit, mengurangi kesalahan dokumentasi hasil pemeriksaan serta meningkatkan produktivitas kerja dari staf medis sendiri.

Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) : Definisi, Peranan, dan Manfaat

sistem informasi rumah sakit

Rumah sakit adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi kebutuhan primer bagi semua orang. Tidak hanya layanan maupun tindakan yang dapat mempengaruhi kenyamanan para pasien, tetapi manajemen dengan sistem informasi rumah sakit yang terorganisir juga diperlukan.

Lalu, Apa yang Dimaksud Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)?

Kemajuan teknologi terus berkembang setiap tahunnya. Tentu, kemajuan ini berdampak positif untuk meningkatkan kualitas praktik kedokteran hingga pelayanan kesehatan yang dapat menunjang efektivitas dan efisiensi. Salah satunya, sistem informasi rumah sakit yang digunakan untuk proses mengumpulkan, mengolah, hingga menyajikan data di semua tingkat pemerintah secara merata.

Sistem ini mendukung manajemen masyarakat dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Pemanfaatan sistem informasi manajemen rumah sakit bukan sekadar agar rumah sakit terlihat lebih modern, melainkan bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Mengapa Sistem Informasi Berperan Penting Untuk Masa Sekarang?

Seperti yang sudah disampaikan, sistem rumah sakit yang terorganisasi akan meningkatkan kinerja sekaligus mutu dari sebuah pelayanan. Sebagai contoh, setiap rumah sakit sudah pasti mempunyai ribuan pasien yang ingin berobat. Apabila tidak ada sistem yang mengaturnya, tentu akan kewalahan.

Agar memenuhi tuntutan pelayanan tersebut, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mendorong kinerja rumah sakit. Sistem informasi terbagi atas berdasarkan fungsinya, yakni sistem informasi pelayanan rumah sakit dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Kedua sistem saling berkaitan dan melengkapi satu sama lain. Lalu, apa saja peranan operasional sistem informasi rumah sakit?

  1. Menghindari tercatatnya data medis secara berulang-ulang, sehingga menyebabkan duplikasi data yang berujung pada membengkaknya kapasitas penyimpanan data rumah sakit. Hal ini juga dapat mengganggu pelayanan menjadi lebih lambat, akibat banyaknya tumpukan berkas.
  2. Jika menggunakan sistem manual, tentu data pasien harus dimasukkan di setiap unit secara manual. Penyimpanan yang tidak terintegrasi dapat mengakibatkan data tidak sinkron karena setiap kebutuhan setiap unit atau instalasi berbeda-beda. Adanya SIMRS rumah sakit data hanya cukup sekali dimasukkan ke bagian pendaftaran saja.
  3. Mencegah terjadinya human error. Sebab, manusia dapat merasakan kelelahan yang berakibat menurunkan ketelitian. Hal ini dapat terjadi ketika pengolahan data dilakukan secara manual. Pemasukkan data yang tidak akurat tentu menyulitkan proses pengolahan data. Dengan SIMRS, dapat meminimalkan human error.
  4. Pelayanan rumah sakit menjadi semakin cepat dan akurat. Pasien pun tidak perlu menunggu lama untuk menyelesaikan administrasinya, baik rawat inap maupun rawat jalan. Data-data yang dibutuhkan tidak memakan waktu banyak dan relatif lebih singkat.
  5. Memberikan kemudahan saat pelaporan. Sebab, proses pelaporan dengan memanfaatkan teknologi cuku dengan waktu yang singkat dan dapat berkonsentrasi untuk menganalisa laporan tersebut.
  6. Penyusunan informasi atau rekapan data yang dilakukan secara manual, tentu akan menghambat proses penginputan data. SIRS, membantu proses penyusunan informasi menjadi lebih efisien karena tidak perlu dilakukan secara manual lagi. Tentu, dapat mencegah terjadinya duplikasi data sekaligus kebenarannya bersifat kredibel.

Hampir semua peranan SIMRS berbasis komputer, tentu mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja, baik medis hingga staf rumah sakit. Pelayanan kesehatan jauh lebih mudah dan nyaman. Kini, seluruh rumah sakit sudah dilengkapi dengan teknologi sistem informasi rumah sakit.

Manfaat Menggunakan Sistem Informasi Rumah Sakit

Rumah sakit yang menggunakan sistem informasi tentu sangat menguntungkan semua pihak, terutama masyarakat. Lalu, apa saja manfaat dari SIRS rumah sakit? Yuk, simak ulasan berikut ini.

1. Pengelolaan Rumah Sakit Lebih Efektif dan Efisien

Manfaat pertama yang dapat dirasakan oleh rumah sakit, yakni membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mengelola rumah sakit. Mengingat, data pasien, data obat-obatan, data alat medis, hingga data tenaga medis begitu banyak. Tentu, diperlukan sistem yang dapat mengurusnya secara lebih teratur. Pengelolaan data yang lebih efisien dan efektif tidak membuat rumah sakit menjadi kewalahan, sehingga lebih dapat berfokus pada hal-hal yang lebih penting.

2. Data Tersajikan Secara Real Time

Selanjutnya, dapat membantu dalam penyajian data secara real time dengan menggunakan sistem informasi yang akurat. Hal ini sangat memudahkan tenaga kesehatan untuk mengelola maupun mengatasi kendala sistem dengan lebih cepat. Sistem antrian rumah sakit juga lebih tertata dan meminimalisir penumpukan antrean karena jumlah antrian pasien dapat dipantau secara real time.

3. Manajemen Rumah Sakit Terintegrasi Satu Sama Lain

Proses manajemen rumah sakit dapat menjadi satu kesatuan atau terhubung satu sama lain. Mengingat, banyak rumah sakit yang memiliki beragam cabang. Tentu, sesama manajemen harus saling mengkoordinasi. Pasalnya, sistem manajemennya tidak tertata, pasti akan muncul berbagai masalah yang mengganggu kinerja rumah sakit. Untuk itu, sistem informasi rumah sakit sangat wajib dimiliki guna mencegah terjadinya masalah yang dapat mengganggu kemudian hari.

4. Lebih Mudah Memantau Proses Pelaporan Data

Bantuan sistem informasi, rumah sakit lebih mudah memantau proses pelaporan data. Pelaporan menggunakan komputer tidak akan memakan waktu banyak saat melakukan analisa, sehingga lebih efektif dan efisien. Alhasil, semua yang diperlukan dan dibutuhkan akan mudah diatasi. Tenaga medis, perawat, dan para staf lebih mudah menangani pasien secara profesional. Salah satunya, contoh sistem informasi rumah sakit berbasis website yang bertujuan mempermudah aktivitas manusia.

5. Proses Pelayanan Lebih Cepat

Semua bentuk pelayanan dan akses informasi kesehatan bisa dilakukan secara online, cukup melalui bantuan aplikasi saja. Hal ini berdampak pada proses pelayanan, yakni pasien mendapatkan perawatan dan penanganan yang lebih cepat. Sistem informasi rawat inap atau rawat jalan sangat memudahkan pasien, sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan keperluan administrasinya.

6. Memperoleh Informasi Jauh Lebih Cepat

Sistem informasi juga mempermudah para pasien memperoleh hasil diagnosa penyakit. Dengan adanya SIRS, kecepatan informasi diharapkan dapat menyelesaikan proses administrasi rumah sakit. Hal ini dapat menjadi tolak ukur profesional dari sebuah rumah sakit mengenai kualitas pelayanan.

7. Data Lebih Akurat

Adanya sistem manajemen rumah sakit yang baik, tentu proses akurasi akan mempengaruhi pemeriksaan data saat transaksi. Tentu, data akan lebih mudah terkontrol dan lebih sistematis. Proses pelaporan antar unit atau tenaga medis dapat terhindar dari duplikasi data.

Kesimpulan

Sistem informasi kesehatan di rumah sakit termasuk terobosan baru dalam dunia kesehatan. Sistem ini berfungsi mengatur proses pengelolaan, sehingga manajemen data rumah sakit menjadi lebih akurat, aman, dan efektif.

Dengan adanya kehadiran teknologi berbasis komputer ini juga mendukung proses manajemen. Hal ini juga sangat berdampak pada meningkatnya pelayanan kepada masyarakat sekaligus sumber daya yang ada di dalamnya.

Terakhir, sistem informasi rumah sakit juga dapat mendukung proses perencanaan maupun pengambilan keputusan secara akurat dan bersifat kredibel, Susunan sistem yang tertata atau terbentuk, dapat meminimalisir kerugian atau hal yang merugikan sedini mungkin.