Solusi Klinik Gigi – Berhasil Diimplementasi di 9 Cabang Klinik Nadira Semarang

9 Cabang, 40+ Dokter Aktif

Klinik Nadira Dental @klinikgiginadira_official adalah satu satu klinik ternama di kota Semarang dengan jumlah mencapai 9 cabang, dan 40+ dokter gigi (spesialis dan umum) aktif melayani.

Walaupun kami tidak berhasil bertatap muka langsung untuk pelatihan di Semarang diakibatkan pandemi, namun berkat keuletan dari tim manajemen Klinik Nadira yang akhirnya implementasi ini berhasil dengan sukses.

Sekarang seluruh cabang telah menggunakan sistem omnicare, data-data riwayat pemeriksaan pun tersentralisasi, dan dapat diakses dari cabang manapun, komunikasi semakin mudah dengan fitur chat dari aplikasi, dan dokter mendapatkan konfirmasi setiap adanya penjadwalan. Klinik Nadira menjadi semakin efisien.

Semoga Klinik Nadira semakin unggul dengan dukungan dari omnicare. 🤗

Solusi Skala Enterprise – dipercaya oleh Telkomedika

Terbukti dan dipercaya Telkomedika

Telkomedika sebagai perusahaan BUMN dibidang kesehatan dengan 30+ cabang tersebar diseluruh nusantara memiliki kebutuhan dalam skala enterprise.

Kami berhasil mengakomodir kebutuhan tsb dengan kemampuan interkoneksi antar cabang. Kami merancang sistem kami dengan tingkat skalabilias penuh, sehingga dapat digunakan baik di klinik dengan 1 dokter ataupun di klinik dengan skala enterprise.

Bersama Ibu. Yeni Handayani selaku GM Telkomedika

Solusi yang terintegrasi dari Omnicare akan sangat meningkatkan efisiensi Tekomedika.  Semoga Telkomedika semakin efisien dengan menggunakan sistem dari kami. 🤗

Mengelola Multi Cabang Menjadi Efisien dengan OmniCare

Klinik Makmur Jaya adalah klinik umum BPJS dan merupakan salah satu klinik besar yang terletak di Tangerang Selatan, dengan jumlah mencapai 3 cabang, yang terletak di Ciputat Timur, Setu dan Pondok Aren.

Klinik ini dimiliki oleh dr. Ayat Rahayu Sp.Rad dan dr. Elpawati sebagai Ketua Asklin rayon Tangerang, dan beliau juga merupakan dosen dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Pelaksanaan perdana sistem omnicare di Klinik Makmur Jaya, Maret 2017

Sebelumnya, aplikasi yang digunakan tidak saling terintegrasi. Pada bagian pencatatan rekam medis, dan penjualan menggunakan aplikasi berbeda, sehingga operasional klinik menjadi tidak efisien. Selain itu, dengan jumlah cabang yang banyak menyulitkan koordinasi rekam medis pasien, karena tidak saling terintegrasi.

Setelah menggunakan sistem informasi manajemen dari omnicare yang berbasis cloud (internet), ketiga cabang klinik dr Elpa dapat dikelola dengan baik. Software berbasis Cloud menjadikan infrastruktur sederhana dan murah karena hanya membutuhkan koneksi internet. Interkoneksi antar cabang dapat terwujud dengan biaya yang rendah. Dengan terhubungnya seluruh cabang menjadikan pengelolaannya sangat mudah.

Seperti contohnya Klinik Makmur Jaya, tidak memiliki staf IT khusus yang menangani ketiga cabangnya, namun dapat beroperasional dengan baik tanpa menemukan kendala signifikan di jaringan koneksi.

Semoga Klinik Makmur Jaya semakin maju jaya dengan menggunakan software omnicare. 🙂

Pelatihan di Klinik R+ Dental di Yogyakarta

Pada kesempatan lalu saat melakukan kunjungan ke Yogyakarta untuk melakukan seminar di Universitas Gadjha Mada, kami mendapatkan undangan juga dari klinik R+ (rplusklinikgigi.com) yang terletak di Jl. Anggajaya No. 303, Sleman. Kami bertemu dengan drg. Atas Laksani MM, selaku pemilik klinik. Saat ini R+ memiliki cabang yang terletak di Kotagede, dengan total dokter berkisar 10.

bersama mba Lutfi, drg. Atas Laksani, Dannie Yo, dan mba Rini (kiri ke kanan)

Dengan jumlah dokter yang cukup banyak dan multi cabang, klinik R+ membutuhkan software manajemen klinik yang handal, detil, serta otomatis. Perhitungan bahan terpakai juga sangat merepotkan selama ini karena harus menghitung secara manual.

Di sistem omnicare, fitur ini dapat teratasi dan perhitungannya dapat tercatat secara otomatis. Sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan mengurangi kebocoran ataupun pengeluaran biaya yang melebihi pemasukan.

Kami doakan sukses kepada klinik R+ dan semoga permasalahan-permasalahan dalam pengelolaan klinik dapat teratasi dengan bantuan dari kami. 🙂

Kesempurnaan Pelayanan: OmniCare merilis versi Rawat Inap

Setelah mencapai lebih dari ratusan instansi kesehatan di seluruh tanah air, akhirnya OmniCare merilis modul Rawat Inap pada kuartal III 2019 (Agustus 2019), sehingga semakin lengkaplah fitur yang disediakan aplikasi klinik berbasis cloud ini. OmniCare merupakan pionir dari aplikasi manajemen klinik berbasis cloud di Indonesia dan dikenal dengan fiturnya yang user-friendly, lengkap dan terintegrasi antar bagian.

FITUR RAWAT INAP

Dilengkapi dengan fitur Kalendar yang akan memudahkan staf untuk mengelola jadwal booking kamar inap, dengan tampilan WYISWYG (What You See Is What You Get) memberikan informasi secara ringkas dan menyeluruh tentang kamar yang ketersediaannya. Fitur ini akan memudahkan proses pengelolaan jadwal yang padat dengan jumlah bed hingga ratusan.

Selain itu pasien juga akan diingatkan akan jadwal booking kamar yang terkirim otomatis ke ponsel pasien melalui SMS, dan pasien dapat melakukan konfirmasi langsung melalui SMS balik. Hal ini juga akan menurunkan biaya operasi klinik, mengurangi human error, dan memastikan semua jadwal terfollow-up dengan baik.

Kalender Rawat Inap

Dengan modul Rawat Inap ini pembuatan tagihan pasien juga dapat dilakukan sekaligus dan memastikan seluruh aktivitas medis, obat dan bahan terpakai tercakup dalam suatu faktur penjualan.

Jika Anda sedang membutuhkan software untuk klinik atau rumah sakit dengan modul Rawat Inap, Anda dapat menghubungi kami dengan mengisi informasi Anda di OmniCare atau dengan menghubungi kami di +628157995555 (Ponsel / WhatsApp)

OmniCare merilis versi Medical Checkup dengan fitur yang Komprehensif

 

Software Medical Checkup Komprehensif

Sebagai pengembang software yang handal dan terpercaya, baru-baru ini OmniCare telah kembali merilis versi Advanced pada sekitar pertengahan Kuartal III (Juli 2018 lalu). Versi ini khusus dirancang untuk memudahkan klinik-klinik berbasis medical checkup (Pemeriksaan Kesehatan Menyeluruh) melakukan pemeriksaan dan menghasilkan laporan hasil klinik yang komprehensif secara efisien.

Modul medical checkup ini mencakup:

  • Pemeriksaan antar poliklinik
  • Laboratorium
  • Radiologi

Kendala-kendala yang sering dihadapi oleh klinik-klinik ini adalah

  1. Kesulitan merangkum laporan pasien secara efisien. Apalagi jikalau jumlah pasien banyak, yang biasanya berasal dari suatu perusahaan yang mengirimkan karyawannya untuk melakukan screening kesehatan guna pra-syarat penerimaan ataupun tugas tertentu.
  2. Tidak adanya integrasi dan sinkronisasi antar poliklinik, menyebabkan seringnya miskomunikasi antar bagian, sehingga menyebabkan banyak redundan dan duplikasi pelaksanaan. Sehingga memakan waktu yang lama bahkan menyebabkan kekacauan pada operasional.
  3. Kesulitan melakukan klaim penagihan ke perusahaan dikarenakan jumlah pasien yang tidak terbilang sedikit.

Kendala-kendala ini dapat diatasi dengan sistem yang terintegrasi penuh antar poliklinik, sehingga mengurangi miskomunikasi dan meningkatkan efektifitas pelaksanaan. Selain itu, dengan sistem yang saling terkait ini, mengurangi human error dan pencatatan secara manual. Semua proses klaim ke perusahaan contohnya, dapat dilakukan secara otomatis tanpa perlu diinput ulang kembali.

Jika Anda sedang membutuhkan software untuk klinik medical checkup, Anda dapat menghubungi kami dengan mengisi informasi Anda di OmniCare atau dengan menghubungi kami di +628157995555 (Ponsel / WhatsApp)

Pelanggan omnicare di Bali yang telah menggunakan software klinik

Salah satu client gigi kami di Bali yang telah puas menggunakan aplikasi omnicare. Selain menggunakan aplikasi untuk mengatur operasionalnya, klinik mydentist Bali juga mendapatkan situs resmi yang terintegrasi dengan halaman booking perjanjian.

Jika Anda juga ingin memiliki situs seperti mydentist, silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Dokter Gigi di Bali
My Dentist Bali, Professional Dentist in West Denpasar

 

Wajib Akreditasi untuk Syarat Kredensialing BPJS

Akreditas wajib bagi klinik BPJS

MOJOKERTO (jurnalmojo.com) – Akreditasi disebut sebagai hal yang wajib dan syarat kredensialing (uji kelayakan) bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal ini disampaikan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, saat menerima 3 orang Tim Surveyor Akreditasi Puskesmas dari Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada Rabu (6/9) malam di Hotel Raden Wijaya.

 
“Seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015, menyatakan bahwa akreditasi Puskesmas adalah wajib dan merupakan kredensialing bagi BPJS. Dengan akreditasi saat ini, diharapkan UPT Puskesmas dapat memberi keunggulan kompetitif, menjamin kesehatan primer berkualitas, meningkatkan pendidikan pada staf dan pengelolaan resiko, juga meningkatkan reliabilitas pelayanan, ketertiban pendokumentasian dan konsistensi kerja,” papar Pung yang hadir didampingi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto.
 
Setelah mendapat sertifikat akreditasi, Pung ingin agar nantinya Puskesmas bisa menjadi lebih baik dan profesional dalam menangani masyarakat. Mampu bersaing secara sehat dan profesional dengan klinik-klinik swasta yang ada, juga menjadi salah satu hasil yang ingin dicapai.
 
Untuk diketahui dari 27 UPT. Puskesmas di Kabupaten Mojokerto, baru 3 yang sudah lulus akreditasi yakni UPT. Puskesmas Kutorejo dan UPT. Puskesmas Bangsal yang mendapat raihan Predikat Utama, serta UPT. Puskesmas Tawangsari dengan Predikat Madya.
 
Sedangkan yang diakreditasi saat ini adalah UPT. Puskesmas Trawas dan UPT. Puskesmas Puri yang dinilai masing-masing selama tiga hari. Menyusul enam UPT. Puskesmas yang bakal maju akreditasi tahun ini antara lain UPT. Puskesmas Modopuro, Kemlagi, Sooko, Gayaman, Kupang dan Jetis.
 
Tim surveyor yang dipimpin Mimin Rosmini bersama Antonius Suprayogi dan Heri Suherlan, melakukan penilaian akreditasi seperti dengan memperhatikan kode etik, hak maupun kewajiban surveyor serta independen dan mandiri dalam proses-prosesnya.  Di akhir acara dilakukan penyerahan pernyataan komitmen oleh Tim Surveyor dengan Puskesmas. (hms/jek)
Sumber: https://jurnalmojo.com/daerah/wajib-akreditasi-untuk-syarat-kredensialing-bpjs.html